Antara Munafik, Tata Krama & Seni (Wawasan)

INDONESIA, sebagai sebuah negara, sangat punya potensi untuk menjadi negara maju. Namun satu hal yang saya rasa masih sangat mengganggu adalah, Indonesia kurang serius dalam mengatasi kemunafikan yang kelihatannya belum dirasakan sebagai sesuatu yang mengganggu.

Ada sebuah gejala yang lucu di tengah maraknya pemberantasan korupsi. Kalau kita perhatikan, banyak pejabat perempuan yang setelah ditangkap korupsi, tiba-tiba mengubah cara berpakaiannya manjadi alim dan religius.

Ini terjadi pada semua agama. Banyak yang tiba-tiba jadi rajin berdoa dan meditasi setelah terkena kasus berat. Perubahan mendadak ini membuat orang heran dan bertanya-tanya. Sebenarnya ini terjadi karena kesadaran atau sekedar ingin memberikan kesan?

Kalau ada orang yang baru keluar dari penjara, kemudian jadi serius beragama, itu baru hebat. Tapi lucunya, orang-orang justru mau memberi kesan serius beragama waktu tertimpa masalah. Mungkin mereka pikir, orang pasti lebih mudah melupakan kesalahannya jika bisa menampilkan sikap religius.

Kemudian, banyak juga masalah dalam keluarga yang seharusnya bisa diatasi sejak baru berupa gejala. Namun orang tua umumnya mengatakan yang baik-baik saja tentang anaknya, meskipun tanda-tanda bahwa anaknya memakai narkoba sudah ada. Saat anaknya ditemukan overdosis, orang tua baru terkaget-kaget dan susah percaya.

Begitu pun halnya dengan anak-anak yang hamil diluar nikah. Salah seorang teman saya mengatakan bahwa anak perempuannya diperkosa. Setelah saya tanya-tanya, ternyata pelakunya adalah pacarnya sendiri. Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata mereka sudah pacaran lama. Saya jadi meragukan bila kasus itu bisa dikatakan sebagai pemerkosaan, karena kelihatannya mereka melakukannya atas dasar suka sama suka. Kasus ‘pemerkosaan’ ini ternyata tidak diperkarakan ke pengadilan, tapi diselesaikan dengan perkawinan.

Hal-hal semacam inilah yang akhirnya bisa menjadi bibit penceraian di kemudian hari. Bukan berarti mereka tidak cinta, karena bisa saja mereka memang saling mencintai. Tapi kalau bisa terlepas dari kemunafikan, sebenarnya banyak masalah yang bisa diselesaikan sejak dini, sehingga tidak menimbulkan masalah yang lebih fatal lagi dikemudian hari.

Suasana seperti itu juga masih terasa di dunia kesenian dan hiburan. Saat pemberitaan di koran menyatakan bahwa sebuah pertunjukan itu bagus, maka semua orang sepertinya harus bilang bagus juga. Apalagi kalau yang membuatnya adalah orang terkenal. Tapi kalau ditanya apa bagusnya, mereka juga tidak mengerti. Lucunya lagi, ada juga pertunjukan yang secara pemberitaan dianggap bagus, tapi tidak laku di pasaran. Kalau bagus, kenapa bisa nggak laku? Kondisi ini yang membuat kesenian kita akhirnya susah maju dan bersaing.

Memang tidak mudah untuk jujur tapi tetap bertata krama. Terkadang kita sendiri kurang menyadari bahwa kemunafikan sebenarnya adalah sebuah kebohongan. Bahkan, menganggap hal itu sebagai tata krama. Padahal tata krama sebenarnya bertujuan menyampaikan kejujuran atau kebenaran, dengan tanpa menyinggung atau membuat orang lain down.

Bahaya kemunafikan adalah, kita hidup dalam kebohongan, sehingga apapun yang ada sebenarnya hanyalah kebohongan. Pada masanya, orang-orang di lingkungan Presiden Soeharto membuatnya percaya bahwa Orde Baru sangat dicintai rakyat. Padahal ini tidak sepenuhnya benar. Memang ada juga yang suka dengan rezim Orde Baru, tapi sebenarnya banyak juga yang membenci.

Kemunafikan akan menyebabkan tumpukan kebencian, Bukannya menuntaskan ‘tanda-tanda bencana’ selagi masalahnya masih ringan, kemunafikan malah menunda dan memperbesar kemungkinan terjadinya bencana. Ketika tahun 1998 Orde Baru runtuh, kerusuhan pun meledak. Stabilitas Indonesia yang digembor-gemborkan selama 32 tahun ternyata banyak bohongnya.

Orde Baru dikenal sangat munafik. Mungkin ada yang setuju dan ada yang tidak, tapi memang terasa suasananya sangat terasa seperti itu. Namun sebaliknya, situasi Indonesia sekarang ini rasanya kurang pas. Kondisi Indonesia sekarang ini memang jauh lebih baik dari orde baru karena tidak banyak pembatasan. Tapi rasanya, kita mulai kehilangan tata krama dan kebijaksanaan sebagai orang Indonesia dan kehilangan Pancasila. Jangan sampai suasana negara kita seperti Amerika. Di sana semua orang bisa bawa senjata, bisa menembak atau mengebom sebagai ekspresi kecewaannya terhadap masyarakat dan negaranya.

Tentu kita semua tidak ingin situasi ‘ultra liberal’ seperti Amerika itu terjadi di tanah air kita. Tapi bukan juga kita harus jadi ‘ultra munafik’ seperti zaman Orde Baru. Boleh saja kita bilang kita tidak suka atau mengkritik Presiden SBY atau siapa pun juga. Cuma perlu cara khusus, tidak bisa asal ngomong. Menyampaikan pendapat itu ada seninya, agar orang lain tidak merasa dihantam atau pun tidak diperharikan. Karena jika kritik terhadap pemerintah disampaikan dengan terlalu barbar, orang awam yang tidak mengerti apa-apa akan merasa pesimis terhadap Indonesia.

Jadi, ayo kita sama-sama kita jujur dan bertata krama, sehingga pada akhirnya kita akan melihat Indonesia sebagai negara yang maju, namun juga berbudaya.

Sweet.

There! Looper to unlock tonight.

“Sqws”

zackshapiro:

Single Application Mode for Mac OS X

If you’re anything like me when you’re at your computer, you’re easily distracted by pretty much anything. Create as many Desktops or Spaces as you want, a rogue bouncing icon will kill that nice flow that you’re in.

Enter my favorite hidden feature of OS X: Single Application Mode.

puncturedyolk:

chujo-hime:

Captain America - Rescue Version (Comic-Con 2012 Exclusive)

no no no no no no no NOT THIS COSTUME AAAAAA #NEED puncturedyolk:

chujo-hime:

Captain America - Rescue Version (Comic-Con 2012 Exclusive)

no no no no no no no NOT THIS COSTUME AAAAAA #NEED puncturedyolk:

chujo-hime:

Captain America - Rescue Version (Comic-Con 2012 Exclusive)

no no no no no no no NOT THIS COSTUME AAAAAA #NEED puncturedyolk:

chujo-hime:

Captain America - Rescue Version (Comic-Con 2012 Exclusive)

no no no no no no no NOT THIS COSTUME AAAAAA #NEED

Nice detail with humor of PC by OS X Lion. 

OS X Lion - When connecting to a Windows based PC, it shows an old CRT monitor with a blue screen as the icon.